a wooden bowl filled with nuts next to a book

MENJAGA SEHAT DENGAN BANYAK ISTI'ADZAH

Apa itu istiazah dan kapan seharusnya dibaca? Temukan jawabannya dalam artikel ini, penjelasan singkat namun bermakna tentang adab memulai bacaan Al-Qur'an dengan memohon perlindungan kepada Allah SWT.

KEGHOIBAN SYAR'I

Ustadz Hasan Bishri, Lc

4/22/20263 min read

seashore during golden hour

DAHSYATNYA ISTI’ADZAH UNTUK PERISAI DIRI

Isti’adzah itu berasal dari Bahasa Arab yang maksudnya mohon perlidungan, atau terkadang disebut Ta’awwudz, yaitu dengan membaca A’uudzu atau dengan membaca kalimat sejenisnya. Banyak orang memahami bahwa isti’adzah dianjurkan untuk kita baca hanya saat kita dalam ketakutan karena ada kejahatan Syetan, padahal obyek perlindungan itusifatnya umum, tidak hanya berlindung dari kejahatan syetan, tapi juga bisa dibaca saat kita khawatir tertimpa sesuatu yang tidak kita inginkan, termasuk berjangkitnya suatu penyakit/ wabah di sekitar kita.

Kalimat isti’adzah bisa kita jumpai dalam al-Qur’an, seperti di ayat berikut:

“Jika kamu ditimpa godaan syetan, maka berlindunglah kepada Allah. Sungguh Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-A’raf: 200).

Dan seperti yang disebutkan di Surat an-Nahl ayat 98: “Jika kamu membaca Al-Qur’an, berlindunglah kepada Allah dari syetan yang terkutuk”.

Juga di Surat al-Mukminun ayat 97-98: “Katakanlah: Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari bisikan-bisikan syetan. Aku berlindung (pula) kepada-Mu ya Tuhanku, dari kehadiran mereka padaku.”

BERLINDUNG DARI BERJANGKITNYA PENYAKIT

Apalagi kalau kita mau membuka Kitab-Kitab Hadits yang telah dibukukan oleh para Ulama’, maka kita akan menjumpai beragam kaliamt Isti’adzah yang telah diajarkan Rasulullah kepada ummatnya, termasuk kita diajarkan untuk berlindung kepada Allah dari penyakit-penyakit yang ada di sekitar kita, baik penyakit yang jenisnya fisik maupun non fisik, penyakit Jasmani atau Ruhani, penyakit yang disebabkan oleh Virus dan Kuman atau karena kejahatan Syetan. Karena keduanya merupakan gangguan yang membuat obyeknya menderita serta mengganggu aktifitas, bahkan bisa mengganggu pelaksanaan ibadah pada Allah.

Rasulullah saw. telah mengajarkan kepada kita Isti’adzah (do’a perlindungan) dari berbagai macam penyakit yang kita khawatirkan. Simaklah do’a berikut: Alloohumma innii a’uudzu bika minal baroshi wal junuuni wal judzaami wa min sayyi-il asqoom. Yang artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari penyakit belang, gila, lepra, penyakit akut (berbahaya).” (HR. Abu Daud, Ahmad, dan dishahihkan Syekh al-Arnauth).

Ada juga Isti’adzah lainnya yang berbunyi: Alloohumma innii a’uudzu bika minal ‘ajzi wal kasali, wal bukhli wal harami, wal qoswati wal ghoflati, wadz zillati wal maskanati, wa a’uudzu bikaminal faqri wal kufri, wasy syirki wan nifaqi, was sum’ati war riya’. Yang artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari sifat lemah dan malas, pelit dan pikun, keras hati dan lalai, kenistaan dan kemiskinan, dan aku berlindung kepada-Mu dari kefakiran dan kekufuran, kesyirikan dan kemunafikan, dari sum’ah dan riya’.” (HR. Thabrani, dan dishahihkan Imam al-Haitsami).

Ada juga kalimat Isti’adzah yang bunyinya: Alloohumma innii a’uudzu bika min gholabatid daini wa gholabatil ‘aduwwi, wa min bawaaril aymi wa min fitnatil dajjaal.”

a tall tower in a city
a tall tower in a city

Ustadz Hasan Bishri, Lc

Bahkan karena begitu pentingnya fungsi Isti’adzah dalam kehidupan kita, Rasulullah menyuruh kita untuk membaca kalimat Isti’adzah tersebut setiap hari 2 kali, yaitu di waktu pagi (Waktunya setelah shalat shubuh sampai akhir waktu Dhuha) dan di waktu Sore (Waktunya setelah shalat Ashar sampai waktu Isya’). Sehingga akan menjadi benteng kita dari berbagai mara bahaya dan penyakit secara berkala atau berkelanjutan.

Misalnya membaca 3 surat perlindungan (al-Mu’awwidzaat), yaitu tiga Qul (Surat al-Ikhlas, al-Falaq dan an-Nas) masing masing dibaca 3 kali, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits shahih riwayat Imam Tirmidzi. Atau membaca kalimat isti’adzah berikut ini di setiap Pagi dan Sore untuk memudahkan kita melunasi hutang yang menjerat leher.

Alloohumma inni a’uudzu bika minal hammi wal huzni, wa a’uudzu bika minal ‘ajzi wal kasali, wa a’uudzu bika minal jubni wal bukhli, wa a’uudzu bika min gholabatid daini wa qohrir rijaal. Yang artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesusahan dan kesedihan, dari sifat lemah dan malas, dari sifat pengecut dan pelit, dari lilitan hutang dan intimidasi debt colector.” (HR. Bukhari dan Abu Daud).

Inilah sebagian dari Ruqyah Mandiri untuk Perisai Diri seperti yang diajarkan Nabi. Mari kita serahkan keselamatan diri kita kepada Ilahi dengan baca Isti’adzah setiap hari. Selamat mengamalkan do’a-do’a Isti’adzah yang bersumber dari Nabi saw. Semoga kita termasuk hamba yang selalu dilindungi oleh Allah dari berbagai macam kejahatan dan marabhaya yang mengancam kesehatan dan keselamatan kita, dan dijaga Allah dari gangguan yang bersumber dari Jin dan sesama manusia. Aamiiin ya mujiibassaailiin.

ISTI’ADZAH HARIAN DIBACA PAGI DAN SORE

KOLOM RUQYAH SYAR'IYYAH