a close up of a bunch of green grass

KEBERKAHAN HARTA PARA SAHABAT

Deskripsi blog

HADITS

DR. KH. Agus Setiawan, Lc., M.A

4/26/20262 min read

a wooden staircase in the middle of a forest
a wooden staircase in the middle of a forest

Keberkahan Harta Para Sahabat

DR. KH. Agus Setiawan, Lc., M.A

Harta berlimpah sering kali membawa bencana, membuat orang lupa diri, dan menjauh dari Allah Azza wa Jalla. Karena itulah Allah SWT menegaskan:

وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّمَآ أَمْوَٰلُكُمْ وَأَوْلَـٰدُكُمْ فِتْنَةٌۭ وَأَنَّ ٱللَّهَ عِندَهُۥٓ أَجْرٌ عَظِيمٌۭ ٢٨

Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar. (QS. Al-Anfal ayat 28).

Namun tidak demikian dengan sahabat Rasulullah SAW. Mereka kaya raya, tetapi kuat dalam beribadah. Mereka tidak hanya pandai mencari harta, tetapi juga istiqamah beribadah kepada Allah Ta’ala.

Sebutlah Utsman bin Affan ra. Beliau dikenal sebagai pribadi yang pemalu. Seorang pedagang sukses. Kaya raya. Dermawan. Ringan dalam bersedekah. Utsman berhasil membeli sumur milik orang Yahudi lalu Beliau wakafkan karena Allah Azza wa Jalla.

Di balik itu, Beliau juga pernah menyumbangkan onta, kuda, dan dirham dalam jumlah banyak untuk perang-perang selama dakwah Islam. Utsman memiliki kecintaan besar terhadap al-Quran al-Karim. Sehingga Beliau berkata, “Jika hati-hati kita bersih, tentu kita tidak akan merasa kenyang dari membaca al-Quran.”

Kecintaannya pada Quran mendorongnya menjadi khalifah yang memerintahkan untuk membukukan Quran dan menyebarkannya ke Syam, Mesir, Basrah, Mekkah, Yaman, dan Madinah.

Begitu juga Abu Bakar ash-Shiddiq, Umar bin Khattab , Abdurrahman bin Auf, Thalhah bin Ubaidillah, Urwah alABariqiy dan lain-lain ridhwabuLLah alaihim. Mereka adalah para pedagang sukses. Bahkan sejak sebelum Islam datang. Namun harta mereka tidak melalaikan dari ibadah kepada Allah Ta’ala. Harta yang mereka miliki tidak digunakan untuk bersenang-senang, tetapi untuk mencari keridhaan Allah SWT. Inilah yang menjadi kunci kesuksesan dan keberkahan harta mereka.

Syaikh Sa’id bin Wahf Al Qohthoni menyusun doa yang amat bagus sebagai berikut, 

اللَّهُمَّ أَكْثِرْ مَالِي وَوَلَدِي، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَنِي، وَأَطِلْ حَيَاتِي عَلَى طَاعَتِكَ، وَأَحْسِنْ عَمَلِي، وَاغْفِرْ لِي

“Allahumma ak-tsir maalii wa waladii, wa baarik lii fiimaa a’thoitanii wa athil hayaatii ‘ala tho’atik wa ahsin ‘amalii wagh-fir lii.

(Ya Allah perbanyaklah harta dan anakku serta berkahilah karunia yang Engkau beri. Panjangkanlah umurku dalam ketaatan pada-Mu dan baguskanlah amalku serta ampunilah dosa-dosaku). Wallahu A’lam