brown and beige area rug

BERJIHADLAH DENGAN SEBENAR-BENARNYA JIHAD

Jihad bukan hanya tentang perjuangan lahiriah, tetapi kesungguhan total dalam menaati Allah. Ia terwujud dalam melawan hawa nafsu, menjaga iman, dan istiqamah dalam kebaikan. Inilah jihad sejati—perjalanan terus-menerus menuju ridha-Nya.

TAFSIR

DR. KH. Didik M. Nur Haris, Lc., M.A

4/23/20263 min read

brown concrete building during daytime
brown concrete building during daytime

BERJIHADLAH DENGAN SEBENAR-BENAR JIHAD

وَجَـٰهِدُوا۟ فِى ٱللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِۦ ۚ هُوَ ٱجْتَبَىٰكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِى ٱلدِّينِ مِنْ حَرَجٍۢ ۚ مِّلَّةَ أَبِيكُمْ إِبْرَٰهِيمَ ۚ هُوَ سَمَّىٰكُمُ ٱلْمُسْلِمِينَ مِن قَبْلُ وَفِى هَـٰذَا لِيَكُونَ ٱلرَّسُولُ شَهِيدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُونُوا۟ شُهَدَآءَ عَلَى ٱلنَّاسِ ۚ فَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱعْتَصِمُوا۟ بِٱللَّهِ هُوَ مَوْلَىٰكُمْ ۖ فَنِعْمَ ٱلْمَوْلَىٰ وَنِعْمَ ٱلنَّصِيرُ ٧٨

Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenarbenarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong. (Surat Al-Hajj: 78).

وَجَـٰهِدُوا۟ فِى ٱللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِۦ ۚ

Berjihadlah, berjuanglah kamu di jalan Allah dengan jihad yang sebenarbenarnya.

MENGAPA MESTI BERSUNGGUH-SUNGGUH BERJUANG DEMI AGAMA?

هُوَ ٱجْتَبَىٰكُمْ

Sebab, Dia (Allah) yang telah memilih kalian. Maknanya kita adalah hamba-hamba istimewa, hamba yang terpilih dari sekian banyak makhluk-Nya, hamba yang dipercaya untuk mendapatkan tugas yang mulia, sebab kedudukan kita adalah dimana Allah tempatkan kita dalam agama-Nya.

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدٍ خَيْرًا اسْتَعْمَلَهُ». فَقِيلَ: كَيْفَ يَسْتَعْمِلُهُ؟ قَالَ: «يُوَفِّقُهُ لِعَمَلٍ صَالِحٍ قَبْلَ مَوْتِهِ».

Sebaliknya, jika Allah membenci seorang hamba, akan disibukkan dengan dunia ya, lupa dengan akhiratnya, sibuk dengan urusan hartanya, hingga lupa mengurus agamanya, perhatikan sabda Nabi SAW. Dari Ubah bin Amir radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

إِذَا رَأَيْتَ اللَّهَ تَعَالَى يُعْطِي الْعَبْدَ مِنَ الدُّنْيَا مَا يُحِبُّ وَهُوَ مُقِيمٌ عَلَى مَعَاصِيهِ فَإِنَّمَا ذَلِكَ مِنْهُ اسْتِدْرَاجٌ

“Apabila Anda melihat Allah memberikan kenikmatan dunia kepada seorang hamba, sementara dia masih bergelimang dengan maksiat, maka itu hakikatnya adalah istidraj dari Allah.” (HR. Ahmad, no.17349, Thabrani dalam Al-Kabir, no.913, dan disahihkan Al-Albani dalam As-Shahihah, no. 414).

Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca firman Allah. 

فَلَمَّا نَسُوا۟ مَا ذُكِّرُوا۟ بِهِۦ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَٰبَ كُلِّ شَىْءٍ حَتَّىٰٓ إِذَا فَرِحُوا۟ بِمَآ أُوتُوٓا۟ أَخَذْنَـٰهُم بَغْتَةًۭ فَإِذَا هُم مُّبْلِسُونَ ٤٤

“Tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.” (QS. Al-An’am: 44).

Maka mari kita bersungguh-sungguh berjuang untuk agamaNya, sebab ini adalah amanah, tugas dan kepercayaan Allah kepada kita yang telah dipilih, jika kita tidak bersungguh-sungguh, maka Allah alihkan kepada hamba-Nya yang lain yang mau berjuang penuh kesungguhan, lalu jadilah kita hamba-Nya yang merugi dunia hingga akhirat.

وَإِن تَتَوَلَّوْا۟ يَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ ثُمَّ لَا يَكُونُوٓا۟ أَمْثَـٰلَكُم ٣٨

dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain; dan mereka tidak akan seperti kamu ini. (QS Muhammad: 38).

إِلَّا تَنفِرُوا۟ يُعَذِّبْكُمْ عَذَابًا أَلِيمًۭا وَيَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ وَلَا تَضُرُّوهُ شَيْـًۭٔا ۗ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍۢ قَدِيرٌ ٣٩

Jika kamu tidak berangkat untuk berjuang, niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudharatan kepada-Nya sedikitpun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.                            (QS At Taubah : 39 )

Ada dua alasan minimal yang Allah isyaratkan dalam ayat ini, mengapa kita mesti memperjuangkan agama-Nya, Pertama:

مَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ

Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. Artinya Allah hendak memberikan kelapangan dengan agama ini, hendak memberkan solusi dan jalan keluar dengan agama ini, dari setiap masalah dan problem yang kita hadapi. Tugas kita adalah berjuang untuk menyakinkan ummat ini bahwa petunjuk Allah adalah jawaban, Petunjuk Allah adalah jalan keluar, dan Petunjuk Allah adalah solusi.

طه ١ مَآ أَنزَلْنَا عَلَيْكَ ٱلْقُرْءَانَ لِتَشْقَىٰٓ ٢

“Thaha. Tidaklah Kami turunkan Alquran kepadamu untuk memberatkan dan menyusahkanmu. (QS Thaha: 1-2)

لَقَدْ أَنزَلْنَآ إِلَيْكُمْ كِتَـٰبًۭا فِيهِ ذِكْرُكُمْ ۖ أَفَلَا تَعْقِلُونَ ١٠

Artinya: “Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. Maka apakah kamu tiada memahaminya.” (QS Al Anbiya: 10)

Kedua:                                                                                  Allah isyaratkan mengapa kita mesti memperjuangkan agama-Nya adalah: 

لِيَكُونَ ٱلرَّسُولُ شَهِيدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُونُوا۟ شُهَدَآءَ عَلَى ٱلنَّاسِ

“supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia”                                                                                 Agar kita menjadi saksi sejarah kepada seluruh umat manusia, akan kebenaran agama ini, kebenaran petunjuk yang telah dibawa oleh Ibrahim, Musa, Isa dan Muhammad SAW dan nabi-nabi lainnya adalah kesatuan tugas dan misi La Nufarriqu baina ahadin minhum (Kami tidak membeda-bedakan tugas diantara mereka).

A PA YA N G M E S T I K I TA MUJAHADAHKAN?

فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ

Pertama: Berjuanglah untuk menegakkan shalat, sebab ia adalah kunci penjagaan Allah terhadap kita, ia adalah rahasia pembelaan Allah terhadap hamba-Nya.

احْفَظِ اللَّهَ يَحْفَظْكَ،احْفَظِ اللَّهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ…»

Jagalah Allah, niscaya Dia akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya kau dapati Dia di hadapanmu. (Sunan At Trmidzi no. 2516, Imam Ahmad bin Hambal di dalam kitab Al Musnad: 1/307). Dan jangan pernah melupakan Allah Azza wa Jalla, jika kita lupa, maka pasti kita akan hancur binasa.

وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِى فَإِنَّ لَهُۥ مَعِيشَةًۭ ضَنكًۭا وَنَحْشُرُهُۥ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ أَعْمَىٰ ١٢٤

Dan barang siapa berpaling dari mengingat-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit. (QS Thaha: 124)

فَخَلَفَ مِنۢ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَٱتَّبَعُوا۟ ٱلشَّهَوَٰتِ ۖ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا ٥٩

Tetapi datang sesudah mereka suatu keturunan yang mereka telah melalaikan sembahyang dan memperturutkan syahwat; maka mereka itu akan bertemu kesesatan. (QS Maryam: 59)

وَآتُوا الزَّكَاةَ

Kedua:                                                             Tunaikan zakat, maka terciptalah keharmonisan, lahirnya keseimbangan, menyebarlah ketenangan dan kesejahteraan. Namun bila zakat tidak lagi ditunaikan, hati-hati dengan ancaman Allah.

ۖوَقَالَ ٱللَّهُ إِنِّى مَعَكُمْ ۖ لَئِنْ أَقَمْتُمُ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَيْتُمُ ٱلزَّكَوٰةَ

Dan Allah berfirman Sesungguhnya Aku akan bersama kalian, jika kalian menegakkan shalat dan menunaikan zakat. (QS Al Maidah: 12)

Perhatikan “AKU AKAN BERSAMA KALIAN”, dengan Rahmat-Nya, dengan pertolongan-Nya dan lain sebagianya, kapan? Selama engkau menegakkan shalat dan selama egkau menunaikan zakat. Maka cukuplah ancaman Nabi SAW, kekikiran adalah diantara tiga perkara yang akan membawa kepada kehancuran.

ثَلَاثٌ مُهْلِكَاتٌ: شُحٌّ مُطَاعٌ، وَهَوًى مُتَّبَعٌ، وَإِعْجَابُ الْمَرْءِ بِنَفْسِهِ

Tiga perkara yang membawa kepada kehancuran, yaitu pelit, mengikuti hawa nafsu dan suka membanggakan diri. (HR Thabari - hadits hasan)

وَاعْتَصِمُوا بِاللَّهِ

Ketiga:                                                                             Untuk selalu berpegah teguh dengan tali agama Allah, sebab ini adalah rahasia kekuatan dan persatuan serta yang akan menjauhkan dari perpecahan dan kehancuran.

وَٱعْتَصِمُوا۟ بِحَبْلِ ٱللَّهِ جَمِيعًۭا وَلَا تَفَرَّقُوا۟ ۚ

Dan berpegang teguhlah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai. (QS Ali Imran 103)

Maka jika semua perkara ini kita amalkan, janji Allah SWT.                                   

 فَنِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرُ                          

ALLAHLAH SENIKMAT-NIKMATNYA PELINDUNG DAN ALLAH PASTI AKAN MENOLONG DAN MEMENANGKAN KITA.

DR. KH. Didik M. Nur Haris, Lc., M.A